AHY: Asia Harus Bangun Ketahanan di Tengah Geopolitik yang Kian Rapuh

AHY: Asia Harus Bangun Ketahanan di Tengah Geopolitik yang Kian Rapuh

Nusantaratv.com - 20 Mei 2026

AHY (Kemenkoinfra)
AHY (Kemenkoinfra)

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengajak negara-negara Asia memperkuat ketahanan kawasan melalui pembangunan berkelanjutan, kolaborasi strategis, dan kepemimpinan jangka panjang di tengah situasi geopolitik global yang semakin rapuh.

Pesan tersebut disampaikan AHY saat menjadi keynote speaker dalam pembukaan Ecosperity Week 2026 yang digelar oleh Temasek Holdings di Singapura, Selasa, 19 Mei 2026.

Dalam pidatonya, AHY menegaskan dunia saat ini menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Mulai dari fragmentasi rantai pasok, krisis energi, persaingan teknologi, hingga dampak perubahan iklim yang semakin ekstrem.

Menurutnya, situasi geopolitik dunia kini menunjukkan tingkat kerentanan yang tinggi, termasuk ketegangan di kawasan Selat Hormuz yang dinilai dapat memicu gangguan energi global secara cepat.

AHY mengingatkan bahwa guncangan geopolitik dan energi tidak lagi terbatas pada satu kawasan, melainkan langsung berdampak terhadap kehidupan masyarakat dunia, termasuk Asia. Meski menghadapi tekanan global, AHY optimistis Asia masih memiliki peluang besar untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dunia apabila mampu membangun ketahanan kawasan secara kolektif.

Ia menekankan pentingnya kerja sama lintas negara dalam membangun sistem pembangunan yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan. Pandangan tersebut sejalan dengan peringatan ilmiah yang disampaikan pakar iklim dunia, Johan Rockstrom melalui presentasi Planetary Health Check di Ecosperity Week 2026.

Rockstrom mengingatkan bahwa stabilitas sistem bumi kini berada dalam tekanan serius akibat perubahan iklim dan eksploitasi lingkungan yang terus meningkat.

AHY perkuat diplomasi infrastruktur Indonesia di Singapura (Kemenkoinfra)

AHY juga menyoroti tema besar Ecosperity Week 2026, yakni Powered by Innovation, Driven with Intent. Menurutnya, inovasi dan modal memang sangat penting, namun arah kebijakan, konsistensi, dan keberpihakan terhadap masyarakat menjadi faktor penentu keberhasilan transisi menuju pembangunan berkelanjutan.

Ia menegaskan visi Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan, energi, dan air menjadi fondasi utama pembangunan Indonesia saat ini.

Dalam kesempatan tersebut, AHY juga memaparkan sejumlah langkah nyata pemerintah Indonesia dalam memperkuat ketahanan nasional, termasuk rehabilitasi pasca-Siklon Senyar di Sumatera serta proyek Giant Sea Wall Pantura.

Menurutnya, proyek tersebut menjadi bagian dari komitmen Indonesia dalam membangun perlindungan kawasan pesisir, menjaga ketahanan pangan, serta memperkuat keamanan masyarakat dari ancaman perubahan iklim jangka panjang.

AHY menilai Indonesia memiliki posisi strategis dalam mendukung ketahanan kawasan Asia melalui pembangunan infrastruktur adaptif, penguatan pesisir, dan pengembangan industri hijau.

Sementara itu, Chairman Temasek Holdings, Teo Chee Hean, turut menyoroti meningkatnya pengaruh dinamika geopolitik terhadap investasi global, perdagangan, rantai pasok, dan stabilitas ekonomi dunia. Menurut Teo, Asia perlu memperkuat resiliensi kawasan tanpa kehilangan semangat keterbukaan dan kolaborasi internasional.

Pesan tersebut sejalan dengan seruan AHY agar negara-negara Asia tidak hanya mampu bertahan menghadapi krisis global, tetapi juga membangun masa depan yang lebih aman, inklusif, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Dalam agenda tersebut, AHY turut didampingi Deputi Bidang Koordinasi Pembangunan Perumahan dan Sarana dan Prasarana Permukiman Ronny Hutahayan, serta Staf Khusus Menteri Sigit Raditya dan Herzaky Mahendra Putra.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close