15 Jembatan Perintis Dibangun, Desa-desa Terisolasi di Aceh Kembali Terbuka

15 Jembatan Perintis Dibangun, Desa-desa Terisolasi di Aceh Kembali Terbuka

Nusantaratv.com - 26 Januari 2026

Sebanyak 15 jembatan perintis dibangun oleh personel TNI pascabencana di Aceh. (Foto: Dok/Istimewa)
Sebanyak 15 jembatan perintis dibangun oleh personel TNI pascabencana di Aceh. (Foto: Dok/Istimewa)

Penulis: Adiantoro

Nusantaratv.com - Sebanyak 15 jembatan perintis dibangun oleh TNI pascabencana di Aceh.

Langkah ini dilakukan untuk membuka kembali akses desa-desa yang terisolasi akibat rusaknya infrastruktur setelah bencana banjir bandang pada akhir November 2025.

Kehadiran jembatan-jembatan perintis tersebut memungkinkan warga kembali beraktivitas. Anak-anak bisa sekolah, hasil pertanian dapat dibawa ke pasar, serta bantuan logistik dapat menjangkau desa-desa terdampak. Roda perekonomian pun bangkit.

Hingga saat ini, sebanyak 3 jembatan perintis telah selesai dibangun. Sementara proses pembangunan masih berlangsung di 12 titik.

Misalnya di Desa Baro Yaman, Kecamatan Mutiara, Kabupaten Pidie. Para prajurit TNI bekerja tanpa henti membangun jembatan. Pemasangan fondasi dilakukan dengan seksama agar jembatan kuat dan layak digunakan masyarakat.

Begitu juga di Desa Lubuk Sidup, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang. Para personel TNI memasang lantai jembatan dan pagar pengaman dengan teliti.

Di Desa Sekerak Kiri Ke Sekerak Kanan, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, tampak para prajurit TNI mengelas besi untuk penyangga papan lantai jembatan.

Sebanyak 15 jembatan perintis dibangun oleh personel TNI pascabencana di Aceh. (Foto: Dok/Istimewa)

Lalu di Desa Burni Bius, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah, para prajurit TNI ramai-ramai menarik kabel baja untuk jembatan.

Pembangunan jembatan juga berlangsung di Desa Blang Teurakan, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara. Lalu di Desa Pante Kera, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur. 

Lokasi-lokasi pembangunan jembatan lainnya, di antaranya adalah Desa Burlah (Berawang Gajah) di Aceh Tengah, Desa Lawe Mamas Indah di Aceh Tenggara, Desa Meunasah Krueng di Bireuen, Desa Kajeung di Aceh Barat.

Selain membangun fisik jembatan, para prajurit TNI juga menjalin kerja sama dengan masyarakat setempat. Di Desa Owak, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, personel TNI bergotong royong dengan warga untuk mengangkut batu-batu berukuran besar.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur dasar merupakan salah satu kunci proses pemulihan pascabencana di Sumatra. 

"Presiden menekankan pentingnya percepatan pemulihan infrastruktur dan pelayanan dasar di wilayah terdampak bencana, seperti jembatan, jalan, fasilitas kesehatan, pendidikan, hingga pengungsian," kata Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menyampaikan arahan Presiden Prabowo.

Infrastruktur dasar menjadi fondasi agar roda ekonomi, pendidikan, dan layanan publik kembali berjalan normal setelah bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Pulau Sumatra pada akhir November 2025.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close